Jakarta, 2 March 2026 – Virginie de Chassey, Chief Sustainability and External Affairs Officer Eramet Group, bertemu langsung dengan para perempuan pelaku usaha yang tergabung dalam program LAKSMI, menegaskan kembali komitmen perusahaan terhadap pemberdayaan ekonomi di Indonesia.
Kunjungan ini mempertemukan Virginie secara langsung dengan para pelaku usaha ultra mikro dari Jakarta, para perempuan yang menjalankan usaha kecil di berbagai bidang, mulai dari busana hingga produk kuliner, yang merupakan bagian dari program kerja sama Eramet Indonesia dengan YCAB Foundation.
“Di balik perempuan, ada keluarga, ada komunitas. Dan di situlah kekuatan sesungguhnya berada,” ujar Virginie dalam pertemuan tersebut, sebuah pernyataan yang mencerminkan filosofi di balik investasi Eramet dalam program ini.
Pernyataan tersebut terasa sangat relevan ketika para peserta berbagi pengalaman mereka dalam membangun usaha dari nol. Chairani, 42 tahun, bercerita tentang perjalanannya menguasai pemasaran digital untuk mengembangkan merek busananya, miliknya, Ourtwiko. Sementara itu, Nastia Ambangi, 38 tahun, mengisahkan bagaimana LAKSMI membantunya mengubah usaha kombucha rumahan, Crystia Kombucha, dari sekadar usaha sampingan menjadi bisnis yang terus berkembang.
Bagi Eramet, kunjungan ini bukan sekadar bentuk kepedulian semata. Sebagai perusahaan yang beroperasi di Indonesia melalui kegiatan pertambangan nikel, Eramet telah menjadikan pengembangan masyarakat, khususnya inklusi ekonomi perempuan, sebagai salah satu pilar utama agenda keberlanjutannya. LAKSMI, yang merupakan singkatan dari Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro untuk Inklusi, adalah salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut.
Program ini mendukung perempuan pelaku usaha ultra mikro dan kecil melalui pelatihan manajemen keuangan, pemasaran, dan keterampilan digital, membangun kapasitas di tingkat komunitas dengan tujuan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih luas.




